wisata kereta uap bergigi ambarawaTanggal 31 Desember 2009 kemarin, kebetulan ada undangan dari Mba Etty salah satu anggota komunitas Blogger Semarang Loenpia.Net untuk ikut berwisata menaiki kereta uap dan bergigi di Museum Kereta Api Ambarawa.

Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialih fungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya.

Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia.

Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.

Tepat pukul 12.00 rombongan kami menaiki kereta yang terdiri dari 2 gerbong saja dan dengan diiringi cuaca hujan yang cukup deras, sayang dengan cuaca hujan kami tidak bisa melihat pemandangan pedesaan dan gunung-gunung yang menghampar sepanjang perjalanan. wisata kereta uap ambarawa

Dalam perjalanan ini cukup unik, karena di daerah rel yang menanjak, lokomotif akan berpindah kebelakang untuk mendorong 2 gerbong yang ada. Dan sebelum bergerak pun lokomotif harus mengumpulkan tenaga dulu untuk ancang-ancang menaiki jalur rel yang menanjak.

Pada saat menaiki jalur yang menanjak inilah saya baru tahu kenapa dinamakan kereta api bergigi, ternyata di jalur yang menanjak ini terdapat jalur rel di tengah untuk menancapkan gigi (gerigi) yang ada di lokomotif tersebut. Dimana fungsinya agar kereta tidak tergelincir kebawah.

Akhirnya dalam waktu kurang lebih 1 jam perjalanan kami sampai di Stasiun Bedono. Di stasiun Bedono ini pula lokomotif mengisi air untuk persedian kembali lagi ke Stasiun Ambarawa. Jadi total waktu perjalanan Ambarawa-Bedono PP adalah 2 jam.

Untuk menaiki kereta ini tiap orang di pungut biaya Rp.50.000/orang. Atau jika ingin mencarter dikenakan biaya kurang lebih Rp.3.000.000 untuk sekali perjalanan.

Sungguh liburan yang tak terlupakan di akhir tahun 2009. Sesuai tulisan yang tercantum di dalam gerbong “It takes only one hour, but the memory of the railway mountain tour will lasf forever”

Album perjalanan kami bisa dilihat disini

Popularity: 13%